Tampilkan postingan dengan label Just News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2010

Senjata Rahasia Google Untuk Dapat Menguasai Dunia Komunikasi Masih Belum Diaktifkan

Pada Oktober 2007, Google mengumumkan kalau mereka mencari implementor dark fiber networks di dasar laut antara U.S. dan Asia untuk kebutuhan bandwidth mereka. Dan Google juga telah membeli dark fiber dengan kuantitas yang sangat-sangat banyak.
http://www.slashgear.com/gallery/data_files/2/7/8/google-universal-search.jpg
Konon kabarnya, Google saat ini memiliki Dark Fiber lebih banyak dari dark fiber perusahaan manapun di seluruh dunia.

Seperti Apakah Kemampuan Dark Fiber Itu?

http://fastfiberinternet.com/DarkFiber.jpgKemunculan “Dark Fiber” dimulai dari adanya keberadaan sebuah data yang sangat besar. Dalam hal ini yaitu Arizona State University (ASU) dan pusat riset genetic institute terletak berjarak 10 mil antara satu sama lain. 
Sehingga untuk melakukan sinkronisasi data jika menggunakan kabel tembaga, maka perbedaan datanya akan berjarak 7 hari sedangkan jika menggunakan dark fiber perbedaan datanya akan berbeda hanya sampai 1 jam. Hal itu dimungkinkan karena Dark Fiber memiliki kecepatan 8.000 Gigabytes/jam atau 8 TB/jam.

Apa yang akan dilakukan Google dengan DARK FIBER?

Meski memiliki dark fiber yang sangat banyak di dunia, menurut informasi orang dalam, google sama sekali belum mengaktifkan dark fibernya tersebut. Jika Google mengaktifkannya maka Google akan mampu memonopili semua lalu lintas internet, bahkan lebih jauh dari itu.
Dengan teknologi yang semakin berkembang dan kebutuhan bandwith yang semakin besar maka penyedia layanan Internet (ISP) akan berjuang untuk memenuhi tuntutan peningkatan bandwidth.
Misalnya saja, saat ini situs penyedia download film semakin bertebaran di internet, begitu juga streaming online televisi dan video, dan download lagu/mp3.

Untuk memenuhi semua kebutuhan itu jelas diperlukan peningkatan bandwith besar-besaran. Hal itu bisa dilakukan dengan implementasi Dark Fiber yang memiliki kecepatan 8.000 Gigabytes/jam.


Google Menguasai Internet dan Dunia Komunikasi

Ketika ISP mencapai kapasitas mereka, mereka tak punya pilihan lain kecuali meminta bantuan kepada Google. Dengan dark fiber yang dimilikinya, google akan mengatasi semua keterbatasan bandwith dunia.
http://toast-jam.com/taste/wp-content/uploads/2010/02/google_fiber.jpg
Bahkan, Google tidak hanya akan memonopoli lalu lintas internet, dengan dark fibernya, maka Google akan menjadi perusahaan telepon, perusahaan TV kabel, sistem stereo dan digital video recorder untuk rumah kita semua. Hal itu sangat mungkin terjadi. Dan Google pun akan menguasai dunia.

Lalu kapan google akan mengaktifkan Dark Fiber nya? Kita tidak akan pernah tahu. Maka bersiap-siaplah jika suatu saat nanti kehidupan kita yang berhubungan dengan teknologi akan sangat bergantung pada Google.


Sumber

Apple sedang Kembangkan 'iNewspaper'


CALIFORNIA - Apple, perusahaan komputer raksasa yang telah merevolusi musik dengan iTunes digital music store, kini sedang mengembangkan pelayanan sejenis untuk koran.

Perusahaan tersebut sedang membuat sebuah aplikasi baru untuk iPad yang mana membolehkan para penggunanya untuk mengunduh berbagai pilihan koran elektronik, seperti yang dikutip dari Telegraph, Minggu (19/9/2010).

Layanan baru ini akan disebut sebagai iNewspaper, yang dikatakan bakal mirip dengan iBooks, electronic bookstore dari Apple.

iNewspaper bakal terpisah dari Apple App Store, yang mana versi khusus dari iPad dari beberapa koran sudah bisa diunduh.

Dipercaya bahwa Apple telah menciptakan sebuah layanan baru, yang membolehkan pengguna untuk mengakses beragam koran-elektronik dalam satu tempat. Selain itu Apple juga dipercaya telah menciptakan sebuah software untuk membuat lebih mudah dan murah bagi para penerbit untuk membuat koran dan majalah dalam format digital yang menarik, dengan foto dan video beresolusi tinggi.

Apple berharap bahwa layanan terbaru mereka (yang untuk sementara bakal hanya tersedia di AS saja), akan membantu meningkatkan penjualan iPad.

Kini Apple sedang berdiskusi dengan para penerbit, mengenai royalti pembagian keuntungan.
Sumber

Stuxnet Berpotensi Gantikan Conficker

Virus Stuxnet yang berbahaya ternyata berpotensi untuk menggantikan Conficker. Pasalnya, Stuxnet jauh lebih berbahaya dari Conficker.

"Virus Stuxnet sebetulnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu dan baru muncul lagi dalam beberapa hari belakangan," tukas Regional Consumer Product Marketing Manager Symantec Asia Pacifik David Hall, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (28/9/2010).

Kendati demikian, Hall menambahkan, tingkat bahaya Stuxnet yang jauh mengkhawatirkan dapat membuat posisi Conficker digantikan oleh virus tersebut.

"Jika melihat dari tingkat bahayanya, Stuxnet nampaknya bakal menggantikan Conficker yang beberapa tahun lalu menghebohkan pengguna komputer," sebutnya.

"Akan tetapi pengguna komputer tak perlu khawatir karena saat ini perusahaan antivirus, saya pikir, sudah meng-update teknologinya sehingga virus Stuxnet bisa diatasi. Termasuk Norton Internet Security 2011, yang baru saja kami luncurkan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Stuxnet diduga melakukan sabotase untuk melumpuhkan sistem industris nuklir yang ada di Iran. Ini setelah 60 persen Stuxnet sukses menyerang sistem komputer di negara tersebut, bahkan oleh Symantec diprediksi 18 persen komputer di Indonesia telah terjangkit Stuxnet.

Saat ini malware tersebut diprediksi telah menginfeksi sekira 45.000 sistem komputer di seluruh dunia. Siemens AG, perusahaan yang mendesain sistem yang menjadi target virus tersebut, mengatakan jika Stuxnet telah menginfeksi 15 sistem kendali pembangkit listrik, termasuk sistem filtrasi air, pengeboran minyak, listrik dan pembangkit nuklir.
Sumber